-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tangan Dingin Kalapas Priyo Tri Laksono: Ubah Lahan Lapas Jadi Sentra Budidaya Patin Produktif

Kamis, 30 April 2026 | 14:57 WIB | 0 Last Updated 2026-04-30T07:57:38Z

KabarKiri – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menorehkan prestasi dalam program pembinaan kemandirian.

 Di bawah kepemimpinan Kalapas Priyo Tri Laksono, Lapas Bengkalis sukses mengubah lahan produktif menjadi sumber ekonomi melalui panen raya ikan patin yang melibatkan langsung para warga binaan, Kamis (30/04).

Kegiatan panen yang berlangsung penuh antusiasme ini mencatatkan angka yang impresif. 

Total sebanyak 181,7 kilogram ikan patin berkualitas berhasil diangkat dari kolam budidaya mandiri di lingkungan Lapas. 

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan bukan sekadar formalitas, melainkan menghasilkan output konkret yang bernilai ekonomis tinggi.

Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menjelaskan bahwa distribusi hasil panen kali ini telah terserap sepenuhnya oleh pasar.

"Hasil panen sebanyak 66,7 kilogram telah kami distribusikan ke vendor Bama Lapas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan operasional internal. Namun yang membanggakan, produk warga binaan kita juga sangat diminati masyarakat luas," ujar Priyo di sela-sela kegiatan panen.

Dari total panen tersebut, sebanyak 41 kilogram langsung ludes dipesan oleh sejumlah rumah makan dan pembeli perorangan di wilayah Bengkalis. 

Sementara itu, 74 kilogram sisanya dipasarkan ke pasar tradisional lokal, membuktikan bahwa kualitas ikan patin hasil binaan Lapas mampu bersaing di pasar terbuka.

Program budidaya perikanan ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Menurut Priyo, fokus utama dari program ini adalah pembekalan soft skill dan hard skill bagi warga binaan sebagai persiapan kembali ke masyarakat (reintegrasi sosial).

"Kami ingin menciptakan warga binaan yang tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga memiliki mentalitas wirausaha. Keahlian teknis budidaya perikanan ini adalah modal berharga bagi mereka untuk membuka lapangan kerja baru saat bebas nanti," tegas Kalapas.

Optimalisasi lahan lapas menjadi area produktif ini juga sejalan dengan komitmen pemenuhan gizi mandiri di lingkungan pemasyarakatan. 

Keberhasilan ini diharapkan menjadi pilot project bagi program-program kemandirian lainnya, sekaligus memotivasi seluruh warga binaan untuk terus berkarya meski dalam masa pembinaan.

Dengan terserapnya hasil panen ke pasar lokal, Lapas Bengkalis telah membuktikan diri mampu berkontribusi pada ketahanan pangan daerah sekaligus mengubah stigma negatif menjadi produktivitas nyata.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update