KabarKiri – 2 Maret 2026. Alih-alih menjemput keberkahan di waktu mustajab, fenomena "Asmara Subuh" yang marak di awal Ramadan 2026 di Kota Duri, Kecamatan Mandau, justru berujung pahit.
Jajaran Polres Bengkalis melakukan penertiban besar-besaran terhadap aksi kumpul-kumpul remaja yang disertai balap liar.
Momen setelah salat Subuh yang seharusnya diisi dengan tadarus atau zikir, justru disalahgunakan untuk berkumpul tanpa batas hingga aksi balap liar.
Akibatnya, suasana romantis yang dibayangkan para remaja ini berubah menjadi "asmara" dengan pihak kepolisian saat kendaraan mereka diangkut petugas sebagai langkah tegas menjaga kondusivitas ibadah warga.
Menyikapi fenomena ini, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, yang akrab disapa Bang Kincai, angkat bicara dengan nada prihatin.
Ia meminta para remaja untuk segera sadar dan berhenti melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat tersebut.
"Adik-adik dan saudara-saudaraku, Ramadan ini adalah panggung untuk memperbaiki diri, bukan panggung pamer nyali atau mencari asmara di jalanan. Ingatlah, saat kalian memacu motor di waktu Subuh, ada ibu yang sedang bersujud mendoakan keselamatanmu dan ayah yang memeras keringat demi hidangan di hari raya," ujar Bang Kincai.
Ia mengingatkan bahwa saat ini para orang tua tengah berjuang mencari nafkah untuk persiapan menyambut Lebaran.
Sangat ironis jika hasil jerih payah tersebut justru habis hanya untuk mengurus denda tilang atau biaya rumah sakit akibat kecelakaan.
"Jangan balas tetesan keringat mereka dengan surat tilang, atau lebih pahit lagi, dengan kabar duka. Jangan sampai ada kursi yang kosong di meja makan saat Lebaran nanti hanya karena ego sesaat di pagi Subuh," tegasnya.
Lebih jauh, Bang Kincai menyoroti risiko fatal dari aksi kebut-kebutan yang sering mengiringi Asmara Subuh.
Kecelakaan yang merenggut nyawa atau luka parah bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi meninggalkan duka mendalam saat hari kemenangan tiba.
"Bayangkan, di saat hari H Lebaran nanti, keluarga tidak lengkap karena ada yang di rumah sakit atau bahkan sudah tiada. Jangan sampai motor ditahan, kerjaan orang tua makin berat. Pikirkan masa depan kalian," tutupnya.
Bang Kincai mengajak para pemuda di Duri untuk mengalihkan energi negatif tersebut menjadi ibadah kepada Sang Pencipta demi menjaga kehormatan keluarga dan kesucian bulan Ramadan.
Di sisi lain, pihak Kepolisian memastikan akan terus melakukan pemantauan ketat di sejumlah titik rawan di Duri.
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan warga dalam beribadah serta menekan angka kenakalan remaja dan kecelakaan lalu lintas selama bulan suci.***
(FN)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
