-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cetak Sejarah, Lapas Kelas IIA Bengkalis Gelar Buka Bersama Keluarga sebagai Terobosan Humanis

Selasa, 03 Maret 2026 | 21:21 WIB | 0 Last Updated 2026-03-03T14:21:13Z


KabarKiri – Suasana di lapangan serbaguna Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mendadak berubah syahdu pada Selasa (03/03). 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak lapas ini berdiri, jeruji besi tak lagi menjadi penghalang bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk merasakan hangatnya berbuka puasa bersama keluarga tercinta.

Program inovatif ini merupakan inisiasi langsung dari Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono. Sejak pukul 16.00 WIB, gerbang lapas mulai dipenuhi keluarga inti yang datang membawa kerinduan serta masakan rumah khas Ramadan. 

Kebijakan ini diambil sebagai terobosan kemanusiaan sekaligus apresiasi atas kepatuhan warga binaan dalam menjalani program pembinaan.

Detik-detik menjelang azan Magrib menjadi puncak emosi. Isak tangis haru pecah saat para warga binaan memeluk erat anak, istri, maupun orang tua mereka. 

Di bawah langit senja Bengkalis, mereka duduk bersimpuh di atas tikar, menyantap hidangan rumah yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan.



"Ini adalah sejarah bagi Lapas Bengkalis. Kami ingin menghadirkan suasana rumah di dalam sini, agar mereka merasa tetap didukung oleh keluarga," ungkap Kalapas Priyo Tri Laksono dalam keterangannya. 

Menurutnya, dukungan keluarga adalah obat psikologis paling mujarab untuk memotivasi warga binaan agar benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri.

Meski kental dengan nuansa kekeluargaan, pihak Lapas tetap tidak mengendurkan pengawasan. Skema sterilisasi berlapis dilakukan terhadap pengunjung maupun barang bawaan. 

Seluruh personel Lapas Bengkalis, dibantu oleh para siswa magang, dikerahkan untuk memastikan acara berlangsung tertib tanpa celah gangguan keamanan.

"Harapan kami, kerinduan yang terobati ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk tetap berkelakuan baik hingga masa pidananya usai nanti," tambah Priyo.

Kegiatan yang ditutup dengan salat Magrib berjamaah ini diharapkan tidak hanya menjadi momen sekali jalan. Inovasi layanan kunjungan khusus Ramadan ini direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan. 

Langkah ini dinilai efektif menjaga stabilitas emosional warga binaan dan memperkuat ikatan spiritual di bulan suci.

Melalui momen ini, Lapas Bengkalis membuktikan bahwa pembinaan tidak melulu soal jeruji dan sanksi, namun juga soal menyentuh sisi kemanusiaan agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang baru.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update