KabarKiri – Ketua Paguyuban Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Subang, H Aceng Kudus, merespons isu yang berkembang terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan dan gizi.
Pernyataan tersebut disampaikan Aceng di sela kegiatan konsolidasi dan silaturahmi bersama seluruh mitra dapur MBG serta 30 Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Subang yang digelar di kawasan BRIN Subang.
Dalam forum tersebut, selain dihadiri mitra dan SPPG, turut hadir perwakilan pemerintah daerah, di antaranya staf ahli bupati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan Dinas Perizinan.
Kehadiran unsur pemerintah ini menegaskan bahwa penguatan program dilakukan melalui sinergi dan silaturahmi antara mitra pelaksana dan pemangku kebijakan.
Menanggapi keluhan soal kelayakan menu, Aceng mengakui kemungkinan adanya kekurangan di beberapa dapur, namun ia menegaskan tidak terjadi secara menyeluruh.
“Ya itu ada, mungkin ada beberapa dapur, tidak mungkin semua dapur. Tapi Insya Allah kita akan membina dapur-dapur yang memang dikatakan belum layak,” ujar Aceng.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan seluruh mitra dapur agar memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, termasuk menjaga keseimbangan antara harga bahan baku dan mutu produk yang disajikan.
“Saya juga selalu mengingatkan kepada rekan-rekan bagaimana untuk menciptakan atau memfasilitasi dengan harga yang disesuaikan dengan produk-produk yang dikasihkan kepada pengguna,” katanya.
Selain isu menu, persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menjadi perhatian.
Menurutnya, seluruh SPPG pada dasarnya sudah memiliki IPAL, namun aspek kelayakan teknisnya masih memerlukan pembinaan lebih lanjut.
“Kalau setiap SPPG itu semuanya sudah punya IPAL. Cuma yang jadi permasalahan apakah sudah layak atau tidaknya, itu harus ada pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Karena itu, dalam kegiatan tersebut pihaknya turut mengundang Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan arahan dan pencerahan kepada para mitra dapur terkait standar IPAL yang sesuai ketentuan.
“Makanya dari silaturahmi ini kita undang Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan pencerahan, pengarahan keterkaitan bagaimana posisi IPAL yang baik itu di setiap dapurnya,” ungkapnya.
Aceng juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, di Kabupaten Subang telah terdapat sekitar 160 dapur MBG yang sudah beroperasi dan melayani penerima manfaat di berbagai wilayah.
Dengan jumlah tersebut, ia berharap kualitas dan standar operasional terus ditingkatkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, baik dari sisi mutu gizi maupun kepatuhan terhadap aspek lingkungan dan perizinan.***

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
