-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gawat! Anak SMKN 1 Padangsidimpuan PKL di RSUD Pandan Terjebak Banjir Bandang. Tidak Makan Selama 3 Hari

Senin, 01 Desember 2025 | 21:52 WIB | 0 Last Updated 2025-12-01T14:52:29Z


KabarKiri – Sebanyak 24 siswa SMK Negeri 1 Padangsidimpuan yang sedang menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Rumah Sakit Daerah Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengalami musibah yang memilukan. 

Mereka dikabarkan terjebak banjir bandang dan tidak bisa kembali ke tempat tinggal mereka, bahkan harus menahan lapar selama dua hari penuh.


Dua Hari Tanpa Makanan, Akses Terputus
Musibah banjir bandang yang melanda wilayah tersebut dilaporkan telah memutus akses jalan utama, membuat 24 siswa ini tidak dapat bergerak. 

Kondisi diperparah karena mereka harus menahan lapar selama dua hari (2x24 jam) karena ketiadaan pasokan makanan di tengah situasi darurat tersebut.


Keterbatasan logistik dan terputusnya akses membuat para siswa berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Keputusan Pahit: Berjalan Kaki Lima Jam
Merasa tidak ada harapan akan bantuan yang segera datang, sebanyak 23 orang siswa akhirnya mengambil keputusan pahit untuk pulang berjalan kaki. Mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh, dari Pandan menuju Desa Garoga


"Kami harus berjalan kaki sekitar lima (5) jam lamanya, menahan lapar dan haus. Kondisi jalan berlumpur dan kami sudah tidak makan dua hari," tutur salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya


Satu Siswa Bertahan, Tak Sanggup Lagi Berjalan

Dalam rombongan 24 siswa, satu orang siswa memutuskan untuk bertahan di lokasi. Siswa tersebut mengaku tidak sanggup lagi berjalan jauh karena kelelahan ekstrem setelah dua hari tidak mendapat asupan makanan yang layak. Ia memilih untuk menunggu bantuan, diliputi rasa takut dan cemas.


Miris, Minim Bantuan dari Pihak Terkait
Hal yang paling disayangkan dari musibah ini adalah ketiadaan bantuan yang berarti dari pihak mana pun. 

Baik dari pihak sekolah, pemerintah daerah setempat, maupun pihak-pihak terkait lainnya, dilaporkan tidak ada upaya cepat untuk mengevakuasi atau memberikan bantuan logistik kepada para siswa yang terjebak.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kesiapan dan koordinasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam mengurus dan mengawasi siswa PKL, terutama di tengah bencana alam.

Diharapkan kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi instansi terkait agar keselamatan dan kesejahteraan siswa PKL di daerah bencana dapat menjadi prioritas utama.***



(Yudistira)
×
Berita Terbaru Update