KabarKiri – Satuan Brimob Batalyon C Pelopor Polda Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana pasca-banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru, Senin (1/12/2025).
Personel Brimob tak kenal lelah menjalankan tiga misi utama: pencarian korban yang masih hilang, pendistribusian bantuan kemanusiaan berupa sembako, dan pembersihan rumah-rumah warga yang dipenuhi lumpur.
Fokus Utama: Pencarian Korban yang Belum Ditemukan
Meskipun tim gabungan telah berhasil mengevakuasi puluhan jenazah korban jiwa, jumlah warga yang dilaporkan masih hilang akibat terseret arus banjir bandang masih cukup banyak. Brimob Batalyon C, dengan kemampuan SAR yang dimiliki terus menyisir lokasi-lokasi terdampak, terutama di desa-desa yang paling parah seperti Desa Garoga dan Desa Huta Godang di Batang Toru.
Aksi pencarian ini diintensifkan hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, mengikuti arus sungai yang kemungkinan membawa korban.
"Kami terus berupaya maksimal, menggunakan semua sumber daya yang ada, dengan harapan bisa menemukan dan mengevakuasi seluruh korban yang masih dalam pencarian," ujar salah satu komandan peleton di lokasi
Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak
Selain fokus pada operasi SAR, personel Brimob Batalyon C juga aktif menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban masyarakat.
Paket-paket sembako didistribusikan secara langsung ke posko pengungsian dan rumah-rumah warga yang terdampak, mulai dari pusat Kecamatan Batang Toru hingga ke desa-desa terpencil di Muara Batang Toru.
Pembagian sembako ini menjadi krusial mengingat banyak warga yang kehilangan harta benda, termasuk cadangan makanan, akibat rumah mereka hanyut atau tertimbun lumpur tebal.
Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dan diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi psikologis dan fisik para korban.***
(Yudistira)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
