KabarKiri – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Bulukumba. Dua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 58 Tanete, Kecamatan Bulukumpa, terpilih mewakili Kabupaten Bulukumba ke Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Mereka adalah Ahmad Dihyah Alfian dan Abdul Hamid Alifa Nagara, dua bocah yang tampil memukau di ajang FTBI tingkat kabupaten dengan kemampuan berbahasa Bugis yang luar biasa.
Aksi Menghibur dan Sarat Pesan Moral
Suasana pelataran SMP Negeri 2 Bulukumba pada Rabu pagi (29/10/2025) penuh tawa dan tepuk tangan. Ratusan siswa, guru, dan orang tua menyemut di depan panggung menonton penampilan peserta FTBI 2025 Kabupaten Bulukumba.
Di antara mereka, Ahmad Dihyah Alfian, siswa kelas 5 SDN 58 Tanete, berhasil memukau dewan juri lewat dongeng berbahasa Bugis berjudul “Jarang Sibawa Bompo.”
Suara tegas, penghayatan kuat, serta ekspresi yang hidup membuat penonton larut dalam cerita jenaka namun sarat pesan moral.
Sementara di panggung lain, Abdul Hamid Alifa Nagara atau akrab disapa Alif, sukses mengundang gelak tawa lewat penampilannya dalam kategori Komedi Tunggal Putra.
Membawakan karakter “Sanro Beddu” dengan logat Bugis yang khas, Alif memadukan humor cerdas dan pesan budaya yang membuat suasana pecah oleh tawa.
“Alif itu tampil alami, lucu tanpa dibuat-buat, dan tetap membawa nilai-nilai lokal. Penonton sampai berdiri memberi tepuk tangan,” kata salah satu guru pendamping.
Prestasi Tiga Siswa Sekaligus
Selain Dihyah dan Alif, satu siswa SDN 58 Tanete lainnya, Siti Yamnia Wafiqa (Ammy), juga tampil di kategori Komedi Tunggal Putri. Ia sukses membawa pulang Juara 3, menambah daftar prestasi sekolah tersebut.
Sebelumnya, ketiga siswa ini juga menyabet Juara 1 di tingkat Kecamatan Bulukumpa dan kemudian mewakili kecamatan di ajang FTBI Kabupaten Bulukumba 2025.
Hasilnya, Dihyah dan Alif kembali merebut Juara 1 masing-masing di cabang Mendongeng dan Komedi Tunggal Putra, memastikan tiket menuju tingkat Provinsi Sulsel yang dijadwalkan berlangsung awal November 2025.
Kepala Sekolah Bangga: “Bahasa Ibu Adalah Jiwa”
Kepala SDN 58 Tanete, Nasrul, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga dan terharu dengan capaian anak didiknya.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal lomba, tapi juga bukti nyata bahwa pelestarian bahasa ibu bisa tumbuh dari sekolah dasar.
“Anak-anak ini membuktikan bahwa bahasa ibu bukan sekadar pelajaran, tapi jiwa yang hidup dalam kreativitas dan ekspresi,” ujar Nasrul.
“Kami bangga mereka berani tampil membawa budaya daerah di panggung yang lebih luas.”
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama berbagai pihak di sekolah.
“Prestasi ini lahir dari kolaborasi hebat antara guru, orang tua, siswa, dan alumni — yang kami sebut Sahabat 58. FTBI ini bukti bahwa pendidikan kuat ketika semua elemen bergerak bersama,” jelasnya.
Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Kreativitas Anak
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini bertujuan melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui berbagai lomba seperti mendongeng, puisi, dan komedi tunggal.
Tahun ini, antusiasme peserta meningkat pesat. Tak hanya menampilkan kreativitas siswa, FTBI juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Nasrul berharap prestasi anak didiknya bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
“Kami ingin menumbuhkan generasi muda yang bangga berbahasa dan berbudaya sendiri,” pungkasnya.***
(Sapriaris)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
