-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Momen Ramadan, Legislator PAN Widodo Ajak Warga Pererat Silaturahmi dan Perkuat Literasi Kebangsaan Lewat Sosialisasi IPWK

Selasa, 10 Maret 2026 | 19:57 WIB | 0 Last Updated 2026-03-10T12:57:16Z
Legislator PAN, Widodo gelar sosialisasi IPWK di bulan suci Ramadan

KabarKiri - Momentum bulan suci Ramadan, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lampung Selatan Fraksi PAN, Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan serta terus bersatu dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan melalui kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) pada Selasa, (10/3/2026) sore, bertempat di kediamannya di Dusun 05 Gunung Botol Rt.001 Rw.005 Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan yang dihadiri para relawan, juga hadir Kepala Desa Penengahan, Bapak Shofiuddin. 

Acara berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut menjadi cermin kebersamaan masyarakat dengan Legislator PAN dari daerah pemilihan (dapil) 3 Lampung Selatan yang meliputi (Kecamatan Penengahan, Ketapang, Bakauheni dan Sragi) tampa ada sekat.

Widodo juga mengharapkan masyarakat untuk mengimplementasikan Pancasila dalam sehari-hari dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai luhur: menghormati perbedaan agama (Sila 1), menjunjung kemanusiaan dan tidak semena-mena (Sila 2), mencintai tanah air (Sila 3), mengutamakan musyawarah (Sila 4), serta bersikap adil dan gotong royong (Sila 5). 

Contoh nyata meliputi toleransi beragama, menolak perundungan, memakai produk lokal, tidak memaksakan kehendak, dan hidup sederhana. 

Menurutnya, pengamalan Pancasila dimulai dari pribadi masing-masing dan jika semua elemen masyarakat dan aparatur desa hingga pejabat daerah benar-benar mengamalkan Pancasila dengan benar, pasti negara ini makmur. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyaring informasi di era modern, informasi mengalir deras melalui internet, media sosial, dan berbagai platform digital, menciptakan fenomena ledakan informasi (information explosion) yang melampaui batas ruang dan waktu.

Tujuannya agar tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah, serta tetap memegang teguh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Pada momen ramadan ini, mari kita menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan umat beragama adalah kewajiban bersama untuk menciptakan keharmonisan, stabilitas sosial. Ini merupakan implementasi nilai Pancasila (Bhinneka Tunggal Ika), yang diwujudkan melalui sikap toleransi, saling menghormati keyakinan, dan menjaga silaturahmi. Hal tersebut adalah literasi kebangsaan dan sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan," katanya.

Diakhir sambutannya, Widodo menyampaikan permohonan maaf menjelang lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijrah kepada seluruh relawan dan masyarakat, atas kekhilafan dan kealpaan.

"Mudah-mudahan di hari raya Idul Fitri nanti, kita semua mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah SWT serta kembali menjadi pribadi yang suci dan kemurnian diri, aamiin," doanya.***



(Alfian)
×
Berita Terbaru Update