-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Anggota DPRD Lamsel Widodo, Apresiasi Respons Cepat Pemda Tangani Dampak Puting Beliung di Kecamatan Ketapang

Selasa, 03 Maret 2026 | 19:06 WIB | 0 Last Updated 2026-03-03T12:39:16Z
Legislator Lamsel, Widodo (tengah) didampingi Danramil 421-03/Penengahan Kapten Arm. Darwin Lubis (kiri) dan Kades Tridharmayoga I Made Ardana (kanan)

KabarKiri – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi PAN, Widodo mengapresiasi aksi cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terhadap korban musibah angin puting beliung yang melanda 2 desa wilayah Kecamatan Ketapang. 

"Kita apresiasi langkah cepat dan tanggap yang dilakukan Bupati, dan Wakil Bupati Lampung Selatan, melalui BPBD Lampung Selatan dan Pemerintah Kecamatan Ketapang serta Dinas terkait kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat puting beliung," ucap Widodo.

Lanjutnya Pemkab Lampung Selatan bergerak sigap dengan menurunkan tim tanggap darurat hanya dalam hitungan jam setelah bencana terjadi untuk meninjau kondisi warga terdampak serta melakukan pendataan guna memastikan bantuan segera tersalurkan.

"Ini menunjukkan kehadiran dan empati nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah," tegasnya.

Legislator dari Partai Amanat Nasional Kabupaten Lampung Selatan ini menilai, respons cepat kepala daerah menjadi faktor penting dalam situasi darurat seperti bencana alam, karena dapat meminimalisir dampak kerugian dan mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Widodo mengingatkan fase pemulihan pascabencana masih panjang dan membutuhkan sinergi antara eksekutif dan legislatif. 

DPRD Kabupaten Lampung Selatan, siap memberikan dukungan penuh terutama dalam hal penganggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga.

"Kami akan segera berkoordinasi dinas terkait untuk perbaikan rumah warga yang rusak berat maupun ringan termasuk rehabilitasi atau perbaikan pasar tradisional Tridharmayoga yang 99 persen hancur akibat angin puting beliung guna mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan mengembalikan fungsi pelayanan publik, " tandasnya.

Sementara Kabid Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBP Kabupaten Lampung Selatan, Wahyudi Pramono, S.T., M.T menjelaskan pihaknya telah meninjau dan menindaklanjuti peristiwa bencana alam puting beliung di Desa Tridharmayoga dan Desa Legundi Kecamatan Ketapang dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Siaga BPBD Lampung Selatan pada hari pertama saat kejadian untuk membantu dan mendata korban secara cepat.

Kemudian pada hari kedua ini, sambungnya, Tim Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) turun ke lapangan untuk bergerak cepat melakukan inventarisasi kerusakan pascabencana. 

Serta pendataan mendalam dilakukan untuk memastikan akurasi data kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan perbaikan rumah warga terdampak.

"Hari kedua ini, Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi turun ke lapangan untuk mengidentifikasi mana yang layak dibantu dan tidak? Dan memastikan bahwa kita ini bergerak secara tim terkait diantaranya Dinas PUPR serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Selatan untuk teknisnya berapa tingkat kerusakan untuk diajukan ke Pemkab Lampung Selatan," jelasnya.

Musibah angin puting beliung di wilayah Kecamatan Ketapang terjadi pada hari Senin 02 Maret 2026 sekitar pukul 12.45 WIB sampai dengan jam 13.10 WIB. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam puting beliung tersebut.

Wilayah yang terdampak adalah;
  1. Desa Tri Dharmayoga
  2. Desa Legundi

Dampak yang ditimbulkan :

  1. Pasar Desa Tri Dharmayoga 90 persen hancur total.
  2. Gedung sekolah MI Islamiyah Legundi.
  3. Pohon banyak tumbang
  4. Rumah warga di Desa Tri Dharmayoga dan Desa Legundi.
  5. Kantor Balai Desa Legundi. 

Dari pantauan di lapangan, tim gabungan Pemerintah Desa Tri Dharmayoga dan TNI-POLRI melakukan pembersihan puing-puing bangunan Pasar Tri Dharmayoga yang hancur sedangkan Tim BPBD Lampung Selatan dan Pemerintah Kecamatan Ketapang serta Pemerintah Desa Legundi melakukan inventarisasi kerusakan pascabencana.***


(Alfiansyah. M)
×
Berita Terbaru Update