-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

'Si Jalu' Mengaum di Garut, Ratusan Buruh Jawa Barat Turun Lawan Union Busting di PT Pratama

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:08 WIB | 0 Last Updated 2025-12-03T10:08:10Z

KabarKiri – Gelombang solidaritas buruh memanas di Kabupaten Garut. Ratusan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat mengepung gerbang PT Pratama Abadi Industri pada hari ini, Rabu (3/12).

Aksi tersebut tidak hanya didominasi oleh buruh lokal, namun mendapat dukungan penuh dari FSPMI Purwakarta yang mengirimkan sekitar seratus anggotanya.

Kehadiran massa dari Purwakarta ini menjadi sorotan karena mereka membawa serta "Si Jalu", mobil komando (Mokom) legendaris milik FSPMI Purwakarta yang kerap menjadi simbol utama dalam berbagai aksi perlawanan buruh di tingkat nasional. 

Kehadiran Si Jalu menandakan bahwa eskalasi isu di PT Pratama dianggap sangat serius oleh organisasi.

Aksi ini dipicu oleh dugaan kuat praktik pemberangusan serikat pekerja (union busting), pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, serta kriminalisasi terhadap pengurus serikat.

Ketua PC SPAMK FSPMI Purwakarta, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa aksi ini dilandasi oleh alasan kemanusiaan yang mendesak. 

Wahyu menyoroti nasib tragis keluarga buruh yang terdampak.

"Ini bukan sekedar aksi biasa. Ini tentang masa depan seorang anak tiga tahun yang ayahnya hendak dipenjarakan oleh manajemen perusahaan serta beberapa anak lain yang ayahnya di-PHK sepihak," ujar Wahyu dengan lantang.

Ia menyayangkan sikap manajemen yang dinilai anti-FSPMI, padahal Garut memiliki nilai historis bagi organisasi ini. 

"Dugaan kami terjadi upaya union busting hanya karena mereka mendirikan FSPMI di sana. Padahal, FSPMI sendiri lahir di Garut pada 6 Februari 1999 silam," tambahnya.

Wahyu menyebut bahwa upaya dialog secara baik-baik telah dilakukan berulang kali namun tidak mendapat respon positif dari perusahaan.

"Sudah tiga kali tindakan persuasif kami justeru berbalas 'tuba'. Sekiranya minggu depan menjadi yang ke empat, kami pastikan ribuan buruh akan tumpah ruah," ancam Wahyu di hadapan massa aksi.

Ia juga menyoroti keberadaan preman yang menyambut massa aksi dengan provokasi. Wahyu menantang pihak keamanan untuk bertindak tegas, atau buruh yang akan mengambil alih situasi demi membela rekan mereka.

"Kami tak peduli, siapapun, demi kemanusiaan ini, akan kami hadapi termasuk preman-preman yang menyambut kami tadi penyebab kericuhan akibat tindakan provokatif mereka. Dan sekiranya aparat keamanan setempat tidak dapat mengendalikan mereka, cukup menonton saja nanti," tegas Wahyu.

Aksi sempat diwarnai ketegangan, namun berakhir kondusif sekitar pukul 14.30 WIB. Pihak kepolisian dari Polres Garut memfasilitasi pertemuan antara perwakilan buruh dan manajemen. 

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan perundingan secara resmi di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Garut pada Rabu depan, 10 Desember 2025.

FSPMI menegaskan akan mengawal ketat hasil pertemuan minggu depan tersebut untuk memastikan hak-hak buruh PT Pratama dikembalikan.***
×
Berita Terbaru Update