-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kepala Sekolah Diganti, Orang Tua Siswa SDN 175 Bulo-Bulo Siap Gelar Aksi Minta Erniati Kembali

Senin, 29 Desember 2025 | 15:03 WIB | 0 Last Updated 2025-12-29T08:03:57Z

KabarKiri – Sejumlah orang tua siswa SDN 175 Bulo-Bulo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, menyampaikan keberatan atas mutasi Kepala Sekolah Erniati yang efektif diberlakukan pada 22 Desember 2025. 

Mereka menilai pergantian pimpinan sekolah tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan program dan kebiasaan positif yang telah berjalan selama ini.

Salah seorang orang tua siswa, Sitti Fatimah, mengatakan Erniati selama ini dikenal dekat dengan murid dan aktif berkomunikasi dengan para orang tua. Ia berharap kebijakan mutasi itu dapat ditinjau kembali oleh pihak berwenang.

“Harapan saya Ibu Erni bisa kembali memimpin SD 175 Bulo-Bulo. Kami khawatir jika penggantinya tidak setegas beliau, pembiasaan positif yang sudah berjalan bisa hilang,” kata Sitti Fatimah saat ditemui, Minggu (29/12/2025).

Menurut dia, berbagai program pembiasaan yang diterapkan Erniati di sekolah mendorong anak-anak lebih disiplin dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

“Sekolah kami dulu redup, tetapi sejak beliau memimpin banyak perubahan terlihat. Kalau diganti, kami takut kondisi kembali seperti dulu,” ujarnya.

Respons Erniati soal Mutasi dan Polemik 

Penggantian Gembok Sekolah
Dikonfirmasi terpisah, Erniati membenarkan adanya keberatan dari sejumlah orang tua siswa terkait mutasinya. 

Ia menyatakan keputusan mutasi tersebut didasari laporan mengenai pengelolaan keuangan dan sorotan terhadap insiden penggantian gembok sekolah yang sempat beredar di media lokal.

Erniati menjelaskan kronologi peristiwa penggantian gembok yang terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025. 

Menurut dia, keputusan itu diambil sebagai langkah pengamanan saat ia menilai gembok lama sekolah tidak lagi layak digunakan.

Sebelum mengganti gembok, ia mengaku telah berupaya menghubungi satpam sekolah. Namun, respons yang diterima membuatnya mengambil keputusan tersebut secara mandiri.

“Saya menelepon nomor satpam, yang menjawab anaknya dan mengatakan ayahnya ada di rumah. Saya tunggu beberapa menit, tetapi tidak datang-datang,” ujar Erniati.

Ia kemudian menghubungi kembali nomor tersebut dan mendapat jawaban berbeda.

“Saat saya telpon lagi, istrinya yang mengangkat dan mengatakan satpam tidak ada. Di situ saya merasa kurang dihargai. Karena khawatir keamanan sekolah, saya memutuskan mengganti gembok,” tutur Erniati.

Ia menambahkan, niat awalnya adalah menyerahkan kunci baru kepada petugas keamanan, namun komunikasi yang tidak sinkron membuat situasi berkembang menjadi kesalahpahaman.

Aspirasi Orang Tua Masih Berlangsung

Para orang tua siswa menyatakan masih akan mengumpulkan terus dukungan untuk rencana aksi unjuk rasa agar kebijakan mutasi tersebut dapat ditinjau kembali. 

Mereka menilai kesinambungan program sekolah dan iklim belajar yang sudah terbentuk patut dipertahankan.

“Tujuan kami bukan menolak siapa pun. Kami hanya ingin sekolah tetap pada jalur kemajuan seperti sekarang,” kata Sitti Fatimah.***


(Sapriaris)
×
Berita Terbaru Update