KabarKiri — Di tengah proses pemulihan pascabencana alam yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh, gelombang solidaritas datang dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (25/12).
Kepedulian itu terwujud melalui aksi nyata lintas elemen masyarakat yang terhimpun dalam wadah silaturahmi BELA PURWAKARTA.
Dalam waktu kurang dari satu pekan, BELA PURWAKARTA berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp30 juta, disertai bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai.
Donasi tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat dari berbagai kecamatan di Purwakarta yang digerakkan oleh semangat kemanusiaan tanpa sekat.
Bantuan itu kemudian disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan penggalang dana sekaligus upaya merawat sinergitas lintas sektoral yang selama ini terjalin harmonis di Purwakarta, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memfasilitasi acara serah terima donasi secara simbolis. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Janaka Pemkab Purwakarta.
Mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan meresmikan prosesi serah terima donasi dari BELA PURWAKARTA kepada Paguyuban Warga Sumatera dan Aceh di Purwakarta.
Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, antara lain perwakilan Polres, Polsek, Kodim, Koramil, unsur kecamatan, serta pimpinan legislatif yang diwakili Luthfi Bamala, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.
Hadir pula beragam elemen masyarakat yang tergabung dalam BELA PURWAKARTA, mulai dari komunitas ojek online, serikat buruh SPSI dan FSPMI, gabungan klub motor RODA DUA, Ormas Brigez, MPH, Drone Suple, Intiporia, perwakilan pedagang Wiskul Purnawarman, Paguyuban Pedagang Pasar Jum’at, hingga komunitas dan kelompok masyarakat lainnya.
Dari unsur kedaerahan Sumatera dan Aceh, tampak hadir tokoh Sumatera di tingkat Provinsi Jawa Barat, Azhar Aung, Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Jawa Barat, didampingi pengurus PKDP Kabupaten Purwakarta, serta Mardin, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Purwakarta. Paguyuban Warga Aceh diwakili oleh M. Yusuf beserta rekan.
Sejumlah tokoh dan organisasi sosial juga turut menyemarakkan acara, di antaranya Ketua Harian Yayasan Al-Akhyar Wanayasa, Cucu Susianti, Ketua Posita Rina Sri Nurbaeti selaku pemandu acara, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Uci Sanusi.
Dari jajaran OPD hadir Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, sebagai mitra kolaborasi BELA PURWAKARTA dalam penanganan kebencanaan.
Dalam sambutannya, Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat Purwakarta yang bergerak secara sukarela untuk meringankan beban warga terdampak bencana.
Ia juga menginformasikan bahwa kalangan ASN Pemkab Purwakarta turut menggalang donasi yang telah lebih dulu disalurkan langsung oleh Bupati Purwakarta ke lokasi bencana.
Menjelang sesi serah terima donasi, secara spontan Sekda Purwakarta bahkan menambahkan donasi pribadi sebesar Rp1 juta, yang disambut hangat dan haru oleh seluruh hadirin.
Sementara itu, Founder BELA PURWAKARTA, Aa Komara, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan ini terinspirasi dari keteladanan para pemimpin daerah.
Ia mengapresiasi langkah cepat dan responsif Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi serta Bupati Purwakarta Om Zein, yang lebih dahulu turun langsung menyalurkan bantuan dan bertatap muka dengan warga terdampak bencana.
“Keteladanan pemimpin inilah yang menguatkan langkah kami untuk segaris lurus dalam semangat kepedulian kemanusiaan,” ujar Aa Komara.
Ia juga memaparkan rekam jejak panjang BELA PURWAKARTA dalam aksi kemanusiaan lintas daerah, mulai dari Purwakarta untuk Lombok (2017), Sulawesi (2018), Maluku (2019), Purwakarta untuk Indonesia (2022) saat bencana terjadi serentak di berbagai wilayah, Purwakarta untuk Cianjur (2022), Purwakarta untuk Sukabumi (2024), hingga kini Purwakarta untuk Sumatera dan Aceh (2025).
Menutup pernyataannya, Aa Komara berharap agar tidak ada lagi rangkaian bencana di masa mendatang.
Ia menegaskan bahwa momentum serah terima donasi ini bukan sekadar soal bantuan materi, melainkan wasilah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan harmoni sosial, serta meneguhkan semangat persatuan sebagai sesama warga NKRI yang saling peduli dalam duka dan harapan.***

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
