-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Miris, Baru Selesai Dikerjakan Pembangunan Jalan Cor Beton Desa Palas Pasemah Diduga Kurang Berkualitas dan Sudah Retak-Retak

Minggu, 23 November 2025 | 12:20 WIB | 0 Last Updated 2025-11-23T05:20:56Z

KabarKiri – Miris, pembangunan jalan cor beton sepanjang 750 meter yang terletak di Dusun 01, 03, 04 Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung tepatnya belakang pasar, baru selesai dikerjakan sudah mengalami retak-retak di beberapa titik dan diduga tidak sesuai spek serta lemah dalam pengawasan oleh pihak terkait, Minggu (23/11).

Proyek peningkatan jalan kabupaten tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2025 menelan biaya sebesar Rp.992.704.951,00,- yang dikerjakan rekanan pelaksana CV. AGHA KONTRUKSI.

Berdasarkan hasil pantauan awak media Kabar Kiri.Info dilapangan terlihat jelas proyek cor beton tersebut diduga kurang berkualitas sehingga terjadi retakan panjang disejumlah. 

Menurut keterangan dari warga yang melintas yang tidak mau disebutkan namanya bahwa memang benar jalan itu baru selesai dikerjakan.

“Iya Pak, jalan ini memang baru selesai dikerjakan tapi sudah banyak retakan panjang dari sisi kanan memanjang hingga sisi kiri jalan. Ada yang dekat dengan sambungan,” ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana tentang kualitas pekerjaan jalan cor beton tersebut, ia hanya berharap, jalan tersebut bisa bertahan lama.

“Kalau masalah kualitas, coba bapak lihat sendirilah biar tidak mengada-ada. Banyak yang retak-retak padahal baru saja rampung dikerjakan,” tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari pihak pelaksana saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai adanya retakan tersebut. 

Dari Rangkaian hasil penelusuran awak media ini menduga lemahnya pengawasan dari pihak konsultan sehingga hasil dari kerjaan proyek tersebut berdampak tidak berkualitas dari segi standar teknis. 

Tentunya pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Dinas terkait jangan tutup mata supaya secepatnya untuk mengkroscek hasil dari kerjaan proyek tersebut  karena jelas proyek tersebut terlihat terang benderang ada keretakan pada titik sambungan.

Diharapkan juga oleh sejumlah aktivis mendesak pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung mengaudit pihak pelaksana.***



 (Alfian)
×
Berita Terbaru Update