-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Laporan Dugaan Penipuan Mandek, Ketum LPBB: CIMB Niaga Finance Justru Kirim Debt Collector

Senin, 03 November 2025 | 19:06 WIB | 0 Last Updated 2025-11-03T12:41:18Z


KabarKiri – Perseteruan antara anggota DPRD Bulukumba, H. Rijal (Fraksi PPP), dengan pihak pembiayaan CIMB Niaga Finance kembali menjadi sorotan publik. 

Keributan yang terjadi di Perumahan Citra Garden, Klaster Primera, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (30/10/2025), kini berbuntut panjang setelah Ketua Umum Lembaga Panrita Bhinneka Bersatu (LPBB), Harianto Syam alias Anto Harlay, angkat bicara dan menuding adanya kejanggalan dalam proses hukum yang ditangani kepolisian.

Menurut Harianto, kasus ini bermula dari dugaan penipuan yang dilakukan oleh Feri, pemilik Showroom Laferi Motor. 

Feri diduga telah menjaminkan BPKB mobil Honda New Civic 1.5 Turbo milik H. Rijal ke CIMB Niaga Finance senilai Rp264 juta pada Januari 2025 tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan. 

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar sejak 22 Januari 2025 dengan nomor laporan LP/B/131/I/2025/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR/POLDA SULSEL, namun disebut belum ada tindak lanjut berarti hingga kini.

“Sudah 10 bulan laporan ini di Polrestabes Makassar, tapi belum ada perkembangan. Padahal kasus dengan pelaku yang sama sudah menjadi atensi Divpropam Mabes Polri, karena melibatkan beberapa korban lain, termasuk pengusaha di Bulukumba,” ungkap Harianto kepada wartawan, Senin (3/11/2025).

Kronologi Keributan di Kediaman H. Rijal

Harianto menjelaskan, dirinya diminta mendampingi H. Rijal ke Makassar untuk mempertanyakan perkembangan laporan polisi. 

Namun sebelum sempat ke kantor polisi, terjadi keributan di rumah H. Rijal pada Kamis pagi.

“Saya ditelepon oleh Pak Rijal, katanya rumahnya dikepung oleh Debt Collector yang mengaku dari PT Bayu, mitra dari CIMB Niaga Finance. Mereka datang dengan niat ingin menyita mobil, padahal persoalan hukum terkait kendaraan itu masih berproses,” jelasnya.

Harianto pun langsung menuju lokasi dan mendapati puluhan Debt Collector di depan rumah H. Rijal. 

Ia mengaku sempat berupaya menenangkan situasi dan mengusulkan pertemuan di kantor CIMB Niaga Finance di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, untuk mencari solusi. Namun situasi justru memanas kembali di kantor pembiayaan tersebut.

“Saat kami tiba, Debt Collector dan pihak Collection Officer CIMB Niaga Finance memperlakukan kami dengan kasar. Mereka bilang laporan di Polda atau Polrestabes tidak ada urusan dengan mereka, mobil tetap harus disita,” kata Harianto.

Menurutnya, pernyataan itu menunjukkan pihak pembiayaan tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

Ia bahkan memperlihatkan dua rekaman video perdebatan yang terjadi di kantor CIMB Niaga Finance sebagai bukti.

Pertanyakan Sikap Polrestabes Makassar

Ketua Umum LPBB itu menyesalkan lambannya penanganan laporan dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemilik showroom. 

Ia juga menuding ada pembiaran dari aparat penegak hukum terhadap tindakan intimidatif Debt Collector.

“Ada apa dengan Polrestabes Makassar? Laporan sejak Januari 2025 tidak pernah ditindaklanjuti. Sekarang malah muncul Debt Collector yang memaksa menarik kendaraan tanpa putusan hukum. Di mana wajah Polri saat ini?” tegasnya.

Harianto menegaskan, LPBB akan 
melayangkan laporan baru ke kepolisian atas dugaan tindakan pemaksaan dan ancaman kekerasan oleh Debt Collector PT Bayu. 

Ia berharap Kapolda Sulsel dapat memberi atensi terhadap kasus ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.

“Kami akan buat laporan resmi atas tindakan yang dilakukan Debt Collector. Ini bukan hanya soal satu orang anggota dewan, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” tutup Harianto.***



(Sapriaris)
×
Berita Terbaru Update