![]() |
| Proyek siluman SPAM terpantau berada di Dusun Damar Desa Sidoluhur Kecamatan Ketapang (KabarKiri) |
Kabarkiri – Lepas dari pantauan, ditemukan pembangunan aneh bin ajaib, proyek pembangunan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyedia Air Bersih (SPAM) di Dusun Damar RT 01 Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan diduga tak bertuan pada Kamis (16/10/2025).
Membuat geleng-geleng kepala dan mengundang perhatian dan pertanyaan dari sejumlah aktivis dan awak media, aparatur desa dan masyarakat.
Pasalnya di era modern saat ini masih ada saja kontraktor atau pelaksana nakal yang mencoba tidak transparansi terkait proyek yang di biayai oleh APBD Kabupaten Lampung Selatan dari hasil pajak yang di bayarkan masyarakat.
Sesuai ketentuannya sudah jelas masyarakat wajib mengetahui anggaran yang di pergunakan berapa? Dan dari dinas mana yang merealisasikan program pembangunan SPAM jaringan perpipaan tingkat desa.
Dijelaskan sesuai amanah undang-undang keterbukaan informasi publik ( KIP ), nomor 14 tahun 2008 dan Perpers nomor 54 tahun 2010, serta nomor 70 tahun 2012.
Dimana mengatur setiap bangunan fisik yang di biayai oleh negara, wajib memasang papan keterbukaan informasi publik ( KIP ).
Dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai anggaran serta jangka waktu pekerjaan.
Dari pantauan di lapangan tidak nampak pekerja maupun pelaksana kegiatan. Pembangunan proyek SPAM tersebut baru selesai pengecoran tiang dan balok atas buat penampungan air.
Selain itu juga, ditemukan mesin pengeboran sumur bor yang tak dilanjutkan.
Saat di konfirmasi awak media Kabar Kiri.Info, Ketua adat umat sedharma Dusun Damar I Made Setiawan sekaligus yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan SPAM menjelaskan bahwa pelaksana proyek ini sudah dari awal pengecoran cakar ayam tidak pernah nampak. Termasuk pengawasan maupun konsultan nya.
Yang ada hanyalah para pekerja dan sudah 3 hari lebih para pekerjanya tidak beraktivitas termasuk bagian pengeboran sumur bornya. Diperkirakan pengerjaan berjalan kurang lebih satu bulan.
Mewakili masyarakat, ia pun meminta kepada kontraktor, pengawas dan konsultan turun ke lapangan.
“Proyek sudah bejalan hampir satu bulan, dan sejak pekerjaan di mulai, pelaksana, pengawas maupun konsultannya tidak pernah nampak batang hidungnya. Yang pernah hadir hanyalah orang kepercayaan pelaksananya yang bernama Edi memakai motor Vario hitam. Itu pun satu kali dan tidak lama langsung pergi," tuturnya.
Saat ditanya apakah pernah pekerja memasang papan informasi? Ia menjawab, tidak pernah.
Bahkan ia pun menceritakan keluhannya dan warganya bahwa pihak pelaksana memakai listrik rumahnya saat memotong besi untuk tiang pancang serta air.
Begitu juga dengan air untuk kebutuhan mengaduk semen. Namun hingga kini tidak ada kompensasi untuk ganti pulsa listrik miliknya.
"Saya sudah menghibahkan lahan saya untuk pembangunan SPAM ini. Dengan harapan manfaatnya bisa kami nikmati. Namun saya nilai pihak pelaksananya ini tidak ada etikanya. Sudah menitipkan material di rumah saya, listrik dan air dari saya tetapi tidak mengerti. Bahkan pekerjanya pun dari jauh," ujarnya.
Pihak Pemerintah Desa Sidoluhur pun saat dikonfirmasi menjelaskan hingga saat ini tidak ada satu pun yang memberikan tembusan terkait pembangunan SPAM di wilayahnya. Bahkan menurutnya, pelaksana kegiatan pembangunan tersebut tak memiliki adab.
"Mau melaksanakan proyeknya di wilayah kami, tidak kulo nuwun (tidak permisi)," ungkapnya.
Jika ada temuan menggunakan material tidak sesuai standar uji lab, pihak Pemerintah Desa Sidoluhur akan menyetop pengerjaan pembangunan SPAM di wilayahnya. Hal tersebut guna mengantisipasi bangunan ambruk.
Dari informasi yang dihimpun awak media ini sungguh miris dan misterius. Pasalnya lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, khususnya UPT Penguji Kontruksi Bangunan Kecamatan Ketapang.
Sehingga kontraktor semena-mena bahkan mengabaikan arahan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.
"Yang membuat tercengang lagi, Kepala UPT Penguji Kontruksi Bangunan Kecamatan Ketapang Parman tidak tau siapa pelaksana kegiatan selaku rekanan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Ia menyarankan untuk konfirmasi langsung ke PPK nya di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan" ucapnya saat ditanya di acara Sertijab Camat Ketapang, Kamis (16/10).
Sampai berita ini d terbitkan belom ada pihak yang terkonfirmasi.***
(Alfian)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
