-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Konsultan Pengawas Akui Ada Kesalahan, Pembangunan SDN 89 Batukaropa Bulukumba Akan Diperbaiki

Rabu, 08 Oktober 2025 | 22:18 WIB | 0 Last Updated 2025-10-08T15:18:18Z


KabarKiri – Konsultan pengawas proyek pembangunan gedung SDN 89 Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, melakukan evaluasi langsung di lokasi pekerjaan pada Rabu (8/10/2025). 

Langkah ini dilakukan menyusul adanya sorotan publik terhadap kualitas pengerjaan bangunan sekolah tersebut.

Konsultan pengawas, Erni Widiastuti, turun langsung meninjau kondisi proyek yang masih dalam tahap pekerjaan. 

Ia menemukan sejumlah item yang dinilai kesalahan dalam pelaksanaan, terutama pada bagian tiang-tiang cor kolom beton yang dinilai tidak sesuai standar konstruksi.

“Hari ini kami akan melakukan sejumlah perbaikan pada kondisi bangunan sebagaimana yang dikeluhkan dalam pemberitaan sebelumnya. Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Erni di lokasi, disaksikan warga sekitar, Rabu (8/10/2025). 

Erni menjelaskan, keterlambatannya memantau proyek dalam beberapa hari terakhir disebabkan kesibukan administrasi pelaporan progres pekerjaan. 

Terkait adanya kerusakan yang tampak pada pembangunan, dirinya mengakui itu merupakan kelalaiannya dalam melakukan pengawasan beberapa hari ini.

Namun ia menegaskan, pengawasan akan segera diperketat agar kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kami sudah sampaikan langsung kepada ketua pengelola agar memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kesalahan. Untuk material pasir yang dinilai tidak sesuai standar juga akan kami ganti,” tegasnya.

Selain soal material, Erni juga menyoroti penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja. 

Ia mengaku telah memberikan teguran keras agar APD wajib digunakan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Kami sudah ingatkan pengelola agar pekerja wajib memakai APD. Kalau ada yang melanggar, saya tidak segan memberhentikan mereka,” kata Erni.

Diakhir penyampaiannya Erni, menegaskan meminta maaf jika ada sesuatu yang terkesan menjadi kelalaian dirinya sebagai konsultan pengawas pembangunan sekolah ini.

“Kami mohon maaf kalau ada hal-hal yang dianggap keliru. Kami justru berharap masyarakat terus aktif mengawasi agar pembangunan berjalan sesuai harapan,” tutup Erni

Warga Minta Pengawasan Diperketat

Salah satu warga sekitar yang turut menyaksikan proses evaluasi, Arie M Dirgantara, mengapresiasi langkah cepat konsultan pengawas namun meminta agar pengawasan dilakukan lebih ketat dan transparan.

“Kami sudah tunjukkan langsung kondisi bangunan yang rusak, seperti permukaan beton berlubang, semen yang tidak padat, hingga besi tulangan yang mencuat keluar. Semua itu harus segera dibenahi,” ujar Arie.

Menurut Arie, proyek dengan nilai Rp 640.890.000 dari dana APBN 2025 tersebut harus dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan standar mutu yang berlaku. 

Ia menilai proyek pendidikan seperti ini menyangkut kepentingan jangka panjang sehingga tidak boleh dikerjakan asal-asalan.

“Kami ingatkan konsultan untuk serius mengawasi. Ini soal masa depan anak-anak dan penggunaan uang negara, jangan main-main,” tegasnya.

Partisipasi Warga Dinilai Minim

Arie juga menyoroti minimnya pelibatan masyarakat dalam proyek yang dijalankan secara swakelola tersebut. 

Ia mengaku tidak pernah mendapatkan undangan rapat dalam proses pembentukan panitia atau pertemuan terkait pembangunan padahal dirinya adalah warga sekitar yang bermukim di sekitar sekolah.

“Swakelola itu seharusnya melibatkan masyarakat sekitar agar ikut merasa memiliki proyek ini. Tapi di sini, mulai dari tukang sampai pekerja, semua dari luar daerah. Kami cuma jadi penonton,” keluhnya.

Selain itu Arie juga menyoroti tanggungjawab kepala sekolah yang dinilai acuh dalam melakukan pengawasan. Bahkan menurut Arie, hari ini saja setelah pembangunan sekolah ini menjadi sorotan, pihak kepala sekolah pun tidak hadir dilokasi untuk evaluasi bersama disaksikan warga.

"Kami hanya heran, ini hari kami dilokasi bersama konsultan pengawas dan ketua pengelola, namun kepala sekolah ini tidak hadir, padahal dirinya merupakan pihak yang turut bertanggungjawab dalam pembangunan ini", tutup Arie.***



(Sapriaris)
×
Berita Terbaru Update