![]() |
| Suasana rakor rutin bulanan FORSEKDES Kecamatan Ketapang di Desa Lebung Nala (KabarKiri) |
KabarKiri – Forum Sekretaris Desa (FORSEKDES) Kecamatan Ketapang kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) rutin bulanan.
Kali ini, pertemuan penting tersebut, giliran di tempat Sekdes Lebung Nala, Rahman yang di selenggarakan di Poskesdes Lebung Nala, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin siang, (13/10/2025).
Rakor tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah diskusi strategis bagi para Sekdes se-Kecamatan Ketapang. Kegiatan dihadiri Sekcam Ketapang Ibu Elhayati, Pendamping Desa/Pendamping Lokal Desa, Ketua FORSEKDES Kecamatan Ketapang Heriyanto, Kepala Desa Lebung Nala Ajun Wiyono.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap peran vital para Sekdes dalam menjalankan fungsinya meliputi penatausahaan, surat-menyurat, pengelolaan arsip, penyusunan APBDes, dan pelaporan kinerja desa.
Suasana keakraban terasa dengan kehadiran para Sekretaris Desa se-Kecamatan Ketapang pada momen tersebut, sebagai kegiatan positif.
Sebagai agenda rutin bulanan, Rakor ini memang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antar-Sekdes.
Namun lebih dari itu, forum ini juga menjadi ajang krusial untuk bertukar informasi, berkomunikasi, dan berdiskusi timbal balik terkait program dari pemerintah serta kegiatan yang berjalan di masing-masing desa.
Dalam arahannya, Pendamping Desa Koordinator Kecamatan Ketapang Rhama Nhata Yeppy, S.E meegaskan kepada seluruh Sekdes untuk segera melengkapi berita acara kegiatan untuk perencanaan tahun 2026 mendatang yang telah dilaksanakan pada Musrenbangdes bulan lalu. Hal tersebut sangat penting sebagai dokumen perencanaan.
Selain itu, Rhama juga menjelaskan alokasi DBH desa untuk beberapa item kegiatan diantaranya Lampung Selatan Expo, kepemudaan dan untuk Musdesus dan sisanya masuk pada Bidang V (Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, serta Mendesak Desa).
"Terkait sisa DBH itu, ada intervensi dari pemerintah, tolong! Agar pemerintahan desa membelanjakan pada bidang V (Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, serta Mendesak Desa) membeli alat bantu kursi roda dan tongkat untuk disabilitas, " jelasnya.
Selanjutnya, Rhama juga menginformasikan untuk Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Selatan di Kecamatan Ketapang diwakili oleh Desa Wai Sidomukti.
Untuk di tahun depan tidak lagi menggunakan dana talangan. Untuk itu ia menekankan RAPBDES (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) benar-benar detail sesuai kebutuhan untuk mengikuti lomba desa.
Kegiatan tersebut diperkirakan dilaksanakan pada bulan Februari s.d April 2026.
Kemudian, ia juga menyampaikan terkait pengajuan proposal pencairan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, pemerintah desa untuk segera mempersiapkan laporan pertanggungjawaban realisasi. Tujuannya agar lebih tertib administrasi desa.
Terkait perpustakaan desa, Rhama menyampaikan desa yang akan mendapatkan bantuan buku dalam waktu dekat ini diantaranya Desa Bangun Rejo, Berundung, Pematang Pasir, Sumber Nadi, Sripendowo dan Desa Taman Sari.
Terakhir, Rhama menginformasikan dalam waktu dekat ini juga, akan dilakukan monitoring dan evaluasi BUMDES oleh pihak kecamatan dan pendamping desa terkait realisasi Dana Desa Ketahanan Pangan 20 persen yang dikelola oleh BUMDES.
"Nanti akan dijadwalkan untuk monitoring dan evaluasi BUMDES ini. Dan ini baru 'ya? Monev BUMDES di wilayah kita ini, " ucapnya.
Kemudian di wilayah Kecamatan Ketapang, kategori desa mandiri ada dua desa diantaranya Desa Ruguk dan Desa Pematang Pasir. Desa mandiri bisa mengalokasikan dana desa 10 persen untuk bangun kantor desa, Sementara desa yang belum kategori mandiri tidak diperbolehkan," lanjutnya.
Sementara, Ketua FORSEKDES Kecamatan Ketapang, Heriyanto menginformasikan tentang program Pemerintah Kabupaten Lampung untuk desa, yakni membangun "Pos siskamling Edu wisata" yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan dapat berfungsi sebagai pusat informasi serta pelayanan publik.
"Dalam rangka mewujudkan program bapak bupati, kita sebagai koordinator ayo! Bersama-sama merencanakan dan memilih tempat yang strategis untuk Pos siskamling tersebut, melalui gotong-royong," tuturnya.
Bagian menarik dari acara ini adalah sesi diskusi aktif di mana masing-masing desa menyampaikan hal-hal penting serta perkembangan atau informasi terkini.
Hal ini menciptakan ruang dialog yang konstruktif dan saling memperkaya wawasan antar-Sekdes.
Keberadaan Forum Sekretaris Desa ini menjadi sangat vital sebagai ajang komunikasi dan dialog terbuka, baik antar-desa maupun dengan pihak pendamping desa maupun pihak kecamatan.
Pertukaran informasi ini mencakup program pelaksanaan kegiatan pembangunan, baik dari sisi fisik maupun administrasinya.
Pada akhirnya, output dari semua pembahasan dan koordinasi ini adalah untuk peningkatan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat di seluruh desa di Kecamatan Ketapang.
Inilah yang menjadi fokus utama dan landasan setiap langkah yang diambil.
Rakor Forum Sekdes se-Kecamatan Ketapang ini memang menjadi agenda penting dan rutin.
Setiap pelaksanaannya selalu menarik dan kaya akan informasi terbaru, baik dari masing-masing desa, kecamatan, Kabupaten bahkan regulasi dari pemerintah pusat.
Semua informasi dan koordinasi yang terjalin dalam forum ini memiliki satu tujuan besar: menjadikan Kecamatan Ketapang lebih baik dalam pelayanan di masa depan.
Semangat kolaborasi dan pertukaran informasi ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan bersama.***
(Alfian)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
