-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

‎BCA Diterpa Isu Pembobolan RDN Rp70 Miliar, Ini Klarifikasi Resmi

Sabtu, 13 September 2025 | 07:52 WIB | 0 Last Updated 2025-09-13T04:56:02Z
Bank BCA tengah menghadapi isu dugaan kasus pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) senilai Rp70 miliar. (Dok. BCA)

KabarKiri - Kasus dugaan pembobolan rekening kembali menghantam dunia perbankan. Kali ini, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) diterpa isu usai Rekening Dana Nasabah (RDN) senilai Rp70 miliar milik PT Panca Global Sekuritas (PGS), anak usaha PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), diduga dibobol pihak tak bertanggung jawab.


‎Isu ini mencuat setelah pada Selasa, 9 September 2025, terpantau adanya aktivitas mencurigakan berupa penarikan dana berulang dalam waktu singkat.


‎Dana tersebut diduga dialihkan ke rekening yang tidak terdaftar melalui layanan BCA Klik Bisnis.


‎Manajemen PEGE langsung buka suara. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), mereka menegaskan masih menghitung potensi kerugian sekaligus membantah kabar yang menyebut kerugian mencapai angka fantastis.


‎“Jumlah kerugian tidak sebesar yang beredar. Kami juga sudah melakukan tindakan pada 10 September 2025 dengan mengembalikan dana pada RDN yang terdampak,” ujar manajemen PEGE, Sabtu, (12/9).


‎Di sisi lain, pihak BCA memastikan sistem perbankannya tetap kokoh. Ketut, perwakilan BCA, menegaskan tidak ada masalah keamanan pada infrastruktur mereka.


‎“Sehubungan dengan informasi terkait Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA di salah satu perusahaan sekuritas, dapat kami pastikan bahwa sistem BCA aman,” kata Ketut dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (12/9).


‎Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat sebelumnya BCA juga pernah terseret isu serupa pada 2023 lalu.


‎Kasus Serupa di 2023: Rp68,5 Juta Hilang di Gunung


‎Pada September 2023, seorang nasabah bernama Evita viral usai mengaku kehilangan saldo Rp68,5 juta lewat mobile banking. Cerita itu diunggah melalui kanal YouTube Mr Bert.


‎Evita pertama kali menyadari saldonya berkurang drastis pada 26 September 2023.


‎Ia mendapati sisa saldo hanya Rp10 juta setelah sebelumnya ada transaksi QRIS berulang dengan nominal Rp1 juta sejak 23–26 September 2023.


‎Padahal, menurut pengakuannya, saat itu ia sedang berada di Gunung Ungaran dengan sinyal internet minim.


‎Merasa janggal, ia langsung menghubungi Halo BCA untuk memblokir rekening.


‎Ia menegaskan bahwa perangkat yang digunakan hanya untuk transaksi khusus dan tidak diketahui orang lain, bahkan kode OTP sekalipun.


‎Kasus-kasus ini menjadi alarm bagi publik bahwa meskipun bank menjamin keamanan sistem, potensi celah digital tetap ada.


‎Wajar bila publik menaruh perhatian ekstra pada dugaan kebobolan dana yang menyeret nama bank sebesar BCA.***

×
Berita Terbaru Update