-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aksi 'Bogor Melawan': Mahasiswa dan Masyarakat Serukan Perubahan

Kamis, 28 Agustus 2025 | 20:47 WIB | 0 Last Updated 2025-08-28T13:47:57Z
Mahasiswa dan Masyarakat menggelar aksi 'Bogor Melawan' (KabarKiri)


KabarKiri – Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya berlangsung, Kamis (28/8) di Kota Bogor. 

Aksi ini berfokus pada sejumlah isu nasional yang tengah menjadi sorotan publik, termasuk terkait tunjangan anggota DPR RI yang dinilai tidak adil dan janji pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang hingga kini belum terealisasi.

Aksi Dimulai dengan Ketegangan

Sekitar pukul 15:00 WIB, beberapa siswa SMA yang tak terlibat dalam aksi utama, namun melintas di kawasan yang sudah dijaga ketat oleh aparat, ditahan oleh pihak kepolisian. 

Meski demikian, tidak ada keterangan lebih lanjut apakah siswa-siswa tersebut dibebaskan atau tidak, sementara massa aksi utama mulai bergerak menuju Gedung DPRD Kota Bogor.

Aparat keamanan yang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP, serta unit khusus lainnya menjaga ketat jalur menuju Istana Negara Bogor, dengan membentuk barikade untuk menghalangi massa aksi yang hendak menyampaikan orasi di depan istana.

Massa Aksi Menuntut Perubahan

Pukul 15:05 WIB, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa berbagai almamater di Kota Bogor, bersama sejumlah elemen masyarakat, mulai berkumpul. 

Aksi ini diberi judul "Bogor Melawan" dan menjadi sarana bagi peserta untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya tentang tunjangan anggota DPR RI yang dianggap tidak masuk akal. 

Selain itu, demonstran juga menuntut agar janji pemerintah tentang penciptaan 19 juta lapangan kerja segera direalisasikan.

Seruan-seruan yang dilontarkan oleh para demonstran sangat jelas, dengan kata-kata "Revolusi" dan "Reformasi" yang mengundang semangat perlawanan. 

Massa juga menyampaikan bahwa musuh mereka bukan aparat, melainkan pejabat-pejabat negara yang dianggap tidak kompeten dan telah kehilangan kredibilitas.

Tuntutan mereka juga menyoroti kabinet Presiden Prabowo Subianto dan janji lapangan pekerjaan dari Wakil Presiden Gibran yang belum terpenuhi.

Solidaritas Massa Terlihat Kuat

Massa aksi menunjukkan koordinasi yang solid. Barisan depan dipenuhi oleh pria, sementara barisan belakang didominasi oleh perempuan, mencerminkan organisir yang baik dalam aksi ini. Selain itu, beberapa seruan solidaritas muncul dari para demonstran, seperti "Hidup Mahasiswa!", "Hidup Masyarakat!", dan "Hidup Perempuan yang Melawan!", yang menjadi pengingat akan semangat perjuangan mereka.

Ketegangan dan Adu Dorong dengan Aparat

Aksi yang dimulai dengan damai perlahan meningkat ketegangannya. Beberapa kali massa aksi mencoba untuk menerobos barikade aparat yang menghalangi jalan mereka menuju Istana Negara. 

Dalam beberapa insiden, terjadi adu dorong antara aparat dan massa aksi yang berusaha mendekati lokasi yang dianggap sebagai pusat kekuasaan. 

Meskipun demikian, aksi berlangsung dengan penuh semangat dan tanpa kekerasan yang berarti.

Beberapa peserta aksi yang terlibat dalam upaya menerobos barikade sempat ditangkap, namun mereka segera dibebaskan kembali setelah beberapa saat.

Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi ketegangan, pihak aparat menjaga situasi tetap terkendali tanpa tindakan represif yang berlebihan.

Solidaritas untuk Siswa yang Ditangkap

Salah satu momen yang menonjol dari aksi ini adalah keputusan massa untuk tetap mendampingi siswa-siswa yang sempat ditangkap aparat saat mereka hanya melintas di lokasi. 

Meskipun aksi demonstrasi mulai mereda, massa memutuskan untuk tetap berada di sisi para siswa hingga mereka dapat pulang dengan aman. 

Langkah ini menunjukkan tingkat solidaritas yang tinggi dan komitmen terhadap kebebasan berpendapat, tanpa terkecuali untuk generasi muda yang turut terlibat dalam peristiwa ini.

Pembubaran Aksi dan Penutupan

Sekitar pukul 17:00 WIB, meskipun massa tidak berhasil memasuki Istana Negara, mereka tetap melanjutkan orasi dengan semangat yang tidak padam. 

Aksi yang sempat diwarnai ketegangan tersebut berakhir dengan massa yang secara teratur membubarkan diri, namun tetap memastikan para siswa yang sempat tertangkap bisa pulang dengan aman.

Aksi ini berakhir dengan keputusan yang tegas dari massa untuk mendampingi siswa-siswa tersebut, yang menggarisbawahi bahwa perjuangan mereka tidak hanya sebatas menuntut hak-hak masyarakat, tetapi juga solidaritas terhadap mereka yang mengalami ketidakadilan.

Kesimpulan: Suara Perubahan dari Bogor

Aksi "Bogor Melawan" pada 28 Agustus 2025 ini bukan hanya sekadar unjuk rasa, melainkan juga simbol dari semangat perubahan yang tengah tumbuh di kalangan mahasiswa dan masyarakat. 

Meskipun ada ketegangan dengan aparat, aksi ini berhasil menyuarakan aspirasi terkait kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat. 

Solidaritas yang terbentuk dalam aksi ini memperlihatkan bahwa perjuangan untuk keadilan dan perubahan bukan hanya hak mahasiswa, tetapi juga hak setiap elemen masyarakat.

Dengan keputusan untuk tetap mendampingi para siswa yang tertangkap dan memastikan mereka bisa pulang dengan aman, aksi ini meninggalkan pesan penting tentang pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dan kesatuan dalam perjuangan untuk perubahan yang lebih baik. "Bogor Melawan" menjadi bukti bahwa semangat revolusi dan reformasi tetap hidup dalam hati setiap warga yang mendambakan keadilan.***


(Ahmad Ramadhan)
×
Berita Terbaru Update