-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tembus Program Nasional! Lapas Bengkalis Pasok 200 Kg Ikan Patin Hasil Warga Binaan untuk Makan Bergizi Gratis

Rabu, 08 April 2026 | 19:39 WIB | 0 Last Updated 2026-04-08T12:39:34Z

KabarKiri – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis membuktikan bahwa tembok tinggi bukan penghalang untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. 

Pada Rabu (8/4/2026), kolam asimilasi Lapas menjadi saksi keberhasilan warga binaan dalam memanen sebanyak 266 kilogram ikan patin kualitas unggul.

Langkah ini bukan sekadar panen biasa, melainkan sebuah terobosan strategis. Hasil keringat warga binaan ini langsung terserap ke dalam rantai pasok pangan penting: 200 kilogram dijual ke Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat, sementara 66 kilogram sisanya disalurkan ke vendor Bama untuk memenuhi asupan protein internal warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa capaian ini adalah simbol transformasi nyata. Warga binaan yang dulunya dianggap beban sosial, kini berubah menjadi agen pembangunan yang produktif.

"Kami sangat bangga hasil pembinaan kemandirian ini dapat terserap secara profesional oleh SPPG dan vendor Bama. Ini adalah bentuk pengabdian nyata dari balik jeruji untuk mendukung kesehatan generasi bangsa," tegas Priyo dengan nada optimis.

Proses pemanenan yang dipimpin langsung oleh Kasi Kegiatan Kerja (Giatja), David Susilo, memastikan bahwa setiap ekor ikan yang keluar dari Lapas telah melalui pengawasan ketat. 

Standar kualitas ini menjadi kunci mengapa hasil budidaya Lapas Bengkalis dipercaya masuk ke program nasional seperti MBG.

"Panen 266 kg ini membuktikan manajemen budidaya kita disiplin dan terukur. Dengan distribusi 200 kg ke SPPG, kami menjamin ikan yang sampai ke tangan masyarakat adalah produk yang segar, sehat, dan berkualitas tinggi," ujar David Susilo di sela-sela proses pengemasan.

Keberhasilan ini memberikan dampak psikologis besar bagi para warga binaan. 

Mengetahui bahwa ikan yang mereka rawat akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah melalui program pemerintah meningkatkan rasa percaya diri dan harkat martabat mereka. 

Hal ini menjadi modal berharga saat mereka bebas dan kembali ke masyarakat nantinya.

Kegiatan panen raya ini ditutup dengan proses penimbangan dan pengemasan di bawah pengawasan ketat petugas guna menjamin akuntabilitas hasil produksi. 

Dengan langkah ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis semakin kokoh memantapkan posisinya sebagai unit produksi yang mendukung ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan di Negeri Junjungan.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update