-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukti Nyata Zero Tolerance: Kalapas Bengkalis Turun Tangan Obrak-Abrik Blok 8B Demi Keamanan

Rabu, 08 April 2026 | 21:18 WIB | 0 Last Updated 2026-04-08T14:18:32Z

KabarKiri – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga integritas wilayah pembinaan. 

Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Priyo Tri Laksono, tim gabungan melakukan penggeledahan besar-besaran (razia) di Blok 8B guna memastikan lingkungan Lapas bersih dari peredaran gelap narkotika dan barang terlarang lainnya, Rabu (8/4/2026).

Razia yang dimulai secara mendadak ini melibatkan seluruh jajaran pejabat struktural, Tim Satops Patnal, serta dipandu oleh Plh. KPLP, Joko Dwi Mulyono. 

Setiap sudut kamar hunian diperiksa dengan sangat teliti, mulai dari ventilasi hingga barang pribadi warga binaan.

Langkah ini merupakan implementasi dari prinsip Zero Tolerance yang diterapkan Lapas Bengkalis guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan profesional.

Dari hasil penggeledahan intensif tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang rakitan yang berpotensi memicu gangguan keamanan. 

Barang bukti yang ditemukan antara lain:
  • Kabel listrik rakitan ilegal
  • Senjata tajam rakitan (pisau dan gunting)
  • Sendok besi dan benda tumpul berbahaya lainnya.

Namun, yang paling krusial, petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkoba di area blok yang diperiksa. 

Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan sinergitas antara Lapas Bengkalis dengan Polres Bengkalis berjalan sangat efektif.

"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun, bahkan satu milimeter pun, untuk aktivitas ilegal di dalam Lapas. Razia ini adalah bukti nyata komitmen kami menciptakan suasana pembinaan yang bersih, aman, dan kondusif," tegas Priyo Tri Laksono di sela-sela pemusnahan barang bukti.

Kalapas juga menambahkan bahwa razia serupa akan terus dilakukan secara berkala dan dengan waktu yang tidak ditentukan (acak) untuk memberikan efek jera serta deteksi dini gangguan keamanan.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan di Lapas Bengkalis, sehingga warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan optimal. 

Dengan pengawasan ketat dan tindakan tanpa kompromi, Lapas Bengkalis berkomitmen untuk memastikan warga binaan kembali ke masyarakat dengan perilaku yang taat hukum dan bersih dari pengaruh narkoba.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update