KabarKiri – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi secara serentak di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, mulai memicu keluhan kreatif dari masyarakat.
Per hari ini, Sabtu (18/4/2026), warga mengeluhkan beban hidup yang semakin berat akibat melambungnya harga minyak goreng, sembako, hingga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada isi dompet, tetapi mulai merembet ke keharmonisan rumah tangga.
Salah seorang warga Duri mengekspresikan kekecewaannya dengan nada satir yang menggambarkan kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Semua serba naik sekarang. Minyak goreng naik, sembako naik, BBM juga ikut naik. Efeknya luar biasa, sampai-sampai istri saya pun tidak mau naik ke atas lagi," ujar warga tersebut dengan nada bergurau namun penuh sindiran sosial.
Fenomena "istri mogok" ini disinyalir merupakan bentuk protes atau tekanan psikologis akibat ketidakpastian ekonomi di tingkat rumah tangga.
Banyak ibu rumah tangga di Duri yang terpaksa memutar otak lebih keras untuk mencukupi kebutuhan dapur harian di tengah harga yang kian tak terkendali.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, agar beban ekonomi ini tidak terus-menerus menekan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga di tingkat bawah.***
(FN)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
