KabarKiri – Kawasan wisata Bukit Simarsayang kembali menjadi sorotan tajam publik. Lokasi yang seharusnya menjadi destinasi wisata keluarga unggulan di Kota Padangsidimpuan ini justru kembali "memakan korban", Minggu (25/1/2026).
Peristiwa kekerasan yang dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) beralkohol seolah menjadi agenda rutin yang terus berulang tanpa penyelesaian permanen
Kronologi Berulang: Miras, Bacok, dan Hantam Berdasarkan laporan di lapangan, insiden keributan antar-pengunjung kembali pecah baru-baru ini.
Polanya selalu sama: konsumsi alkohol berlebih di cafe-cafe remang, ketersinggungan, lalu berujung pada aksi saling bacok dan baku hantam.
Warga sekitar mulai merasa gerah dengan citra Bukit Simarsayang yang kini lebih identik dengan "wisata maut" ketimbang wisata alam.
Kejadian ini bukan yang pertama kalinya; tercatat sudah berkali-kali nyawa terancam dan luka fisik permanen diderita pengunjung akibat pembiaran aktivitas hiburan malam yang tidak terkontrol.
Desakan Tegas: Tutup Hiburan Malam!
Lemahnya pengawasan dan penindakan membuat para pelaku usaha cafe nekat menjual minuman beralkohol secara bebas.
Hal ini memicu desakan kuat dari berbagai lapisan masyarakat agar Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan tidak lagi sekadar melakukan imbauan.
"Kami butuh solusi konkret. Jangan tunggu korban jiwa lebih banyak lagi. Pemerintah harus berani mengambil langkah tegas untuk menutup cafe-cafe yang menyediakan miras dan tempat hiburan malam yang melanggar aturan," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat
Solusi yang Diharapkan
Masyarakat meminta Satpol PP bersama
aparat penegak hukum melakukan:
Razia Rutin dan Permanen: Bukan sekadar formalitas saat hari besar.
Pencabutan Izin Usaha: Bagi cafe yang terbukti menjual miras dan menyediakan fasilitas yang memicu kericuhan.
Alih Fungsi Wisata: Mengembalikan Bukit Simarsayang sebagai taman wisata religi atau wisata keluarga yang terang benderang dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari Wali Kota dan jajaran terkait untuk membersihkan Simarsayang dari pengaruh alkohol dan kekerasan demi menjaga marwah Kota Padangsidimpuan sebagai Kota Salak yang religius.***
(Yudistira)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
