-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Bengkalis: Keimanan Baru Menjadi Bekal Perubahan Positif Warga Binaan

Senin, 26 Januari 2026 | 13:00 WIB | 0 Last Updated 2026-01-26T08:02:53Z


KabarKiri – Dinding jeruji besi tidak menghalangi datangnya hidayah bagi para pencari kebenaran. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menjadi saksi bisu perjalanan spiritual seorang warga binaan yang memutuskan untuk memeluk agama Islam (Mualaf), Jumat (23/01/2026).

Bertempat di Masjid Al-Ihsan yang terletak di dalam kompleks Lapas, warga binaan bernama Atong secara khidmat mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Prosesi sakral ini dipandu langsung oleh Ustaz Muhammad Farduka dan disaksikan oleh 36 orang santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta jajaran petugas pemasyarakatan.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian Islam yang rutin dilaksanakan oleh pihak Lapas Bengkalis. 

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Raja Ade Kurniawan, bersama staf dan petugas jaga hadir langsung memantau prosesi guna memastikan suasana tetap tertib dan khidmat.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Bengkalis, Raja Ade Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen ini merupakan wujud nyata keberhasilan pembinaan spiritual bagi warga binaan.

“Pengucapan dua kalimat syahadat ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal perjalanan spiritual bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap keimanan yang baru tumbuh ini dapat menjadi bekal perubahan perilaku yang positif selama menjalani masa pidana hingga nanti kembali ke tengah masyarakat,” tutur Raja Ade.

Suasana haru menyelimuti Masjid Al-Ihsan saat Atong berhasil mengucapkan kalimat tauhid tersebut dengan lancar. Atong mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas hidayah yang ia jemput di dalam Lapas.

“Saya merasa sangat tenang dan bersyukur bisa mendapatkan hidayah di tempat ini. Ini adalah lembaran baru bagi saya. Semoga saya bisa terus istiqamah menjalankan ajaran Islam dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat ke depannya,” ungkap Atong dengan nada haru.

Melalui program pembinaan yang humanis dan bermakna ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya membuktikan bahwa masa pidana adalah masa untuk berbenah diri. 

Harapannya, pembinaan keagamaan ini dapat membentuk warga binaan yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat sebagai bekal hidup di masa depan.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update