-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ironi di Jalan Rangau: Karyawan PT Vadhana SLN Menanti Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:37 WIB | 0 Last Updated 2026-01-20T12:37:21Z

KabarKiri – Sebanyak 850 karyawan PT Vadhana SLN (Vadhana International) berencana menggelar aksi damai pada Rabu pagi, 21 Januari 2026. 

Aksi ini dipicu oleh ketidakpastian pembayaran gaji dan hak pesangon yang dinilai melanggar komitmen serta aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Berdasarkan Berita Acara rencana aksi yang diterima, massa akan berkumpul pukul 09.00 WIB di depan kantor yard PT Vadhana SLN, Jalan Rangau KM 3,5, Duri. 

Aksi ini merupakan tindak lanjut atas kebuntuan komunikasi antara karyawan dan pihak manajemen terkait hak-hak normatif pekerja.

Para karyawan mengeluhkan ketidakkonsistenan perusahaan dalam membayar upah. 

Sebelumnya, manajemen telah menyamakan jadwal pembayaran gaji menjadi tanggal 20 setiap bulannya. Namun, janji tersebut kembali diingkari.

Informasi terbaru melalui memo perusahaan menyebutkan bahwa gaji bulan ini hanya akan dibayarkan sebesar gaji pokok (basic), sementara sisanya baru akan dibayarkan pada bulan Februari mendatang.

"Keterlambatan ini sangat memukul kondisi ekonomi keluarga kami. Padahal sebelumnya jadwal gaji sempat simpang siur, sempat dibayar dua kali sebulan, hingga akhirnya ditetapkan tanggal 20, tapi nyatanya tetap tidak tepat waktu," ujar salah satu perwakilan karyawan dalam keterangannya.

Selain persoalan gaji berjalan, perusahaan juga menuai protes terkait rencana pembayaran pesangon bagi karyawan yang habis masa kontraknya per Desember 2025. Manajemen dikabarkan mengeluarkan memo bahwa pesangon baru akan dibayarkan pada bulan April 2026.

Hal ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang mengamanatkan bahwa hak-hak karyawan harus dipenuhi segera setelah masa kontrak atau hubungan kerja berakhir.

"Kontrak kami satu tahun, Januari sampai Desember. Secara aturan, begitu kontrak habis, hak harus dibayar. Menunda hingga bulan April jelas sangat merugikan kami," tambahnya.

Dalam rencana aksi besok, karyawan menegaskan akan tetap menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan tindakan anarkis. 

Fokus utama aksi adalah menuntut kejelasan dan realisasi pembayaran hak-hak yang tertunda guna menjaga hubungan industrial yang harmonis.

"Kami sudah mencoba jalur komunikasi internal, namun belum ada solusi konkret. Aksi ini adalah jalan terakhir agar suara kami didengar dan manajemen memberikan perhatian serius," tulis poin dalam Berita Acara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan pada Selasa (20/1/2026) malam, pihak manajemen PT Vadhana International belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan terkait tuntutan para karyawan maupun rencana aksi massa tersebut.***




(FN)
×
Berita Terbaru Update