-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mahasiswi NTT Soroti Program Makan Bergizi Gratis, Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi Serius

Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:45 WIB | 0 Last Updated 2025-10-15T06:48:22Z


KabarKiri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mendapat sorotan kritis dari kalangan mahasiswa. 

Chelsi Jijung, mahasiswi Universitas Nusa Cendana Kupang, Program Studi Ilmu Politik, menilai program ini memiliki tujuan mulia namun pelaksanaannya perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi topik hangat di tengah masyarakat. 

Tujuan utamanya untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, disambut positif. 

Namun di sisi lain, muncul sejumlah persoalan yang membuat kepercayaan publik mulai goyah.

“Menurut saya, makan bergizi gratis memang memiliki tujuan yang sangat mulia, karena sangat membantu meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak,” ujar Chelsi saat dimintai tanggapan, Rabu (15/10/2025).

Namun, ia juga menyoroti munculnya berbagai kasus keracunan makanan di sejumlah daerah yang diduga terkait dengan distribusi menu program MBG. 

Kasus-kasus ini menimbulkan kekhawatiran luas mengenai aspek keamanan pangan dari program tersebut.

“Belakangan ini pelaksanaan MBG mendapatkan banyak sekali kritik dari masyarakat karena serangkaian kasus keracunan yang sudah meluas. Hal ini membuat masyarakat khawatir terhadap keamanan pangan dalam program ini,” tambahnya.

Tak hanya soal keamanan pangan, program MBG juga menghadapi krisis kepercayaan publik setelah viral di media sosial dugaan penggunaan ikan hiu sebagai salah satu menu makan gratis. 

Isu tersebut menambah tekanan terhadap penyelenggara program untuk memberikan penjelasan terbuka.

Chelsi menilai, secara konsep, program MBG sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. 

Namun pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaannya benar-benar sesuai harapan.

“Karena beredarnya berita keracunan tersebut, masyarakat jadi mengkritik program ini dan meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam. Pemerintah harus punya strategi baru agar MBG berjalan dengan baik,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat dan perbaikan tata kelola, program ini bisa menjadi rawan penyimpangan anggaran.

“Program ini juga bisa jadi sarang korupsi kalau tidak dibenahi dengan baik,” ujarnya.

Seruan evaluasi dari kalangan mahasiswa ini mencerminkan pentingnya transparansi dan pengawasan publik terhadap 
program-program sosial pemerintah. 

Program MBG diharapkan tidak hanya berhenti pada niat baik, tetapi juga menyentuh aspek kualitas, keamanan, dan integritas dalam pelaksanaannya.***



(Sapriaris)
×
Berita Terbaru Update