KabarKiri– Gempa tektonik melanda dunia kriminal di Kecamatan Bathin Solapan, Minggu malam (26/4/2026).
Sejarah mencatat sebuah operasi intelijen tingkat tinggi yang berhasil menggulung sebuah "dinasti" narkotika yang sangat menggetarkan, setidaknya menggetarkan tangan tersangka saat digeledah.
Pelaku utama berinisial MR (36), pria yang tampaknya memegang prinsip "sedikit itu berkah," ditangkap di Jalan Bukit Abas.
Tak tanggung-tanggung, polisi menemukan satu paket sabu yang digenggam erat di tangan kanannya.
Sungguh sebuah dedikasi luar biasa; seolah paket mungil itu adalah kunci masa depan yang ternyata malah menjadi kunci sel tahanan.
Bak film action Hollywood, penangkapan MR hanyalah pembuka. Setelah "bernyanyi" lebih merdu daripada peserta lomba karaoke tingkat desa, MR menyeret dua sohib setianya, RP (31) dan MA alias A (30).
Tim Opsnal Polsek Mandau pun harus melakukan perjalanan heroik menuju Desa Kayu Kapur, Dumai. Bayangkan, demi menjemput dua orang ini, petugas harus menempuh aspal Lintas Dumai.
Sebuah pengorbanan yang sebanding demi mengamankan trio yang kini resmi menjadi "Duta Penyesalan 2026."
Selain paket sabu legendaris tersebut, polisi juga menyita gudang persenjataan... maksud kami, barang bukti berupa:
- 3 unit handphone (Vivo & Samsung): Alat komunikasi super canggih yang digunakan untuk mengatur strategi "bagaimana cara tertangkap dengan cepat."
- Uang tunai Rp500.000: Modal raksasa yang mungkin awalnya diniatkan untuk beli kuota internet, namun akhirnya menjadi uang saku di kantor polisi.
- 1 dompet cokelat: Saksi bisu betapa tipisnya harapan hidup di jalanan yang salah.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyatakan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan.
Polisi kini tengah menyelidiki apakah ada "jaringan besar" di balik satu paket ini, atau jangan-jangan ini adalah sisa-sisa terakhir dari kejayaan yang tak pernah ada.
Ketiga tersangka kini dijerat pasal-pasal berat yang siap membuat mereka betah tinggal di Mapolsek Mandau tanpa perlu memikirkan cicilan motor atau tagihan listrik.
Polisi juga sudah melakukan tes urin, yang hasilnya kemungkinan besar akan lebih berwarna daripada masa depan para tersangka saat ini.
Polisi tetap meminta warga waspada. Karena sekecil apa pun paketnya, sehebat apa pun gaya tersangka di foto KTP, ujung-ujungnya tetap saja akan berakhir dengan memakai rompi warna-warni di depan kamera wartawan.***
(FN)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
