-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ironi Politik di Negeri Junjungan: Pejabat Perantara 'Buang Muka' Saat Janji Kampanye Ditagih Warga

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15 WIB | 0 Last Updated 2026-02-07T05:37:21Z

KabarKiri – Kontestasi politik yang telah berlalu menyisakan kekecewaan mendalam bagi sejumlah warga di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. 

Fenomena yang sering dijuluki "kacang lupa kulitnya" kini tengah dirasakan warga masyarakat terkait janji lisan yang pernah diucapkan oleh salah satu oknum pejabat daerah demi memenangkan kandidat anggota legislatif pada masa pencalonan lalu.

Oknum pejabat tersebut diduga menjadi perantara kunci yang meyakinkan warga untuk mendukung jagoannya dengan janji komitmen perjuangan bersama. 

Namun, setelah dua tahun anggota DPRD terpilih tersebut menjabat dan menikmati fasilitas negara, janji lisan yang diharapkan warga justru menemui jalan buntu. 

Pejabat perantara yang dulunya aktif merangkul warga kini dinilai sulit untuk dihubungi.

Warga yang mencoba menagih komitmen tersebut mengaku mendapatkan respon yang kurang menyenangkan. Alih-alih memberikan kejelasan, pihak terkait disebut-sebut berdalih sedang dalam kondisi sulit. 

Sementara itu, di mata publik, sang pejabat justru terlihat semakin harmonis mendampingi anggota legislatif terpilih, berbanding terbalik dengan komunikasi ke masyarakat bawah yang diduga diputus sepihak.

"Warga sebenarnya hanya menagih janji lisan yang dulu disampaikan secara 'dari hati ke hati' sebagai bentuk perjuangan bersama. Sangat disayangkan, jangankan menepati janji, menjalin komunikasi yang baik pun seolah dihindari," ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada media, Jumat (06/02/2026).

Kekecewaan warga kian memuncak karena alasan "sedang susah" dianggap tidak relevan dengan posisi strategis sang pejabat dalam lingkar kekuasaan saat ini. Sikap ini dipandang sebagai bentuk pengabaian terhadap kepercayaan konstituen yang telah memberikan mandat suara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pejabat terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai keluhan warga tersebut. 

Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3, media ini tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut demi keberimbangan informasi. 

Fenomena ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat Bengkalis agar lebih selektif terhadap janji perantara politik. 

Integritas seorang pejabat sejatinya tidak hanya diukur dari loyalitas kepada atasan, tetapi juga dari kemampuan menjaga amanah perkataan kepada masyarakat kecil.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update