KabarKiri - 22 Februari 2026. Otw lagi... Memantau situasi dari jalur langit, karena di bumi, seringkali suara kecil kita terbentur tembok tebal birokrasi yang kaku.
Sore ini, langkah kaki saya tertuju pada sebuah misi sederhana: menjemput menu berbuka puasa yang tak pernah salah.
Incarannya adalah SALA LAOUK yang renyah dan LOTEK PECAL dengan bumbu kacang yang kental melimpah.
Namun, di balik lezatnya kuliner khas kita, ada rasa getir yang tak bisa disembunyikan. Sembari menunggu pesanan dibungkus, pikiran saya melayang pada kabar mosi tidak percaya yang tengah bergaung keras di Kecamatan Bathin Solapan.
Ada filosofi mendalam di balik menu berbuka kita hari ini. SALA LAOUK yang sempurna itu harus kokoh di luar tapi lembut di dalam.
Persis seperti kriteria pemimpin yang kita dambakan: kuat dalam prinsip, namun lembut dalam merangkul rakyat. Kita tidak butuh pemimpin yang hanya keras dalam instruksi, tapi kosong dalam empati.
Sembari menyiapkan LOTEK PECAL, rasa pedas bumbunya seolah mengingatkan pada tensi mosi tidak percaya yang sedang membara di tengah masyarakat.
Rakyat tidak sedang mencari pemimpin yang hanya pandai "mengaduk janji" layaknya adonan, melainkan sosok yang mampu menyatukan berbagai lapisan warga dengan adil, transparan, dan tanpa sekat.
Gelombang ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Camat saat ini bukan lagi sekadar desas-desus di warung kopi, melainkan wujud nyata krisis kepercayaan. Rakyat sudah jengah.
Kita merindukan kepemimpinan yang sehangat SALA LAOUK saat merangkul warga, bukan yang justru membuat suasana menjadi "pedas" dan carut-marut melebihi adukan lotek yang tak proporsional.
Krisis ini adalah alarm keras. Rakyat kini sudah cerdas; mereka bisa membedakan mana yang murni berjuang dengan hati dan mana yang sekadar pencitraan di atas kursi.
Dari balik kepulan asap tungku gorengan sore ini, kita melangitkan doa: Semoga Bathin Solapan segera dipimpin oleh sosok sejati, yang rasa pedulinya senyata pedasnya cabai di piring berbuka kita hari ini.
Semoga perut kenyang, hati tenang, dan kepemimpinan di tanah kita segera menemukan titik terang. Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh sekadar janji, tapi bukti nyata yang bisa dinikmati.***
(FN)

%20(300%20x_20250522_220043_0000.png)
