-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PERANG TOTAL! Lapas Bengkalis Gandeng TNI-Polri Musnahkan Barang Bukti, 13 Napi 'Dibuang' ke Nusakambangan

Rabu, 22 April 2026 | 10:08 WIB | 0 Last Updated 2026-04-22T05:10:35Z


KabarKiri – Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika dan penggunaan alat komunikasi ilegal ditabuh keras dari Lapas Kelas IIA Bengkalis. 

Dalam sebuah aksi monumental memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lapas Bengkalis menggelar Deklarasi Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) sekaligus pemusnahan barang bukti hasil razia besar-besaran, Rabu (22/04).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan serbaguna ini tidak hanya sekadar seremonial. 

Di bawah pengawasan ketat perwakilan Polres Bengkalis, Kompol Noak Pembina Aritonang, S.I.K, dan perwakilan Kodim 0303, Serda Japri Rohim, tumpukan barang terlarang hasil sitaan periode Januari hingga April 2026 dihancurkan dan dibakar hingga menjadi abu.

Ketegasan Lapas Bengkalis mencapai puncaknya setelah tim Dirpamintel Pusat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin dini hari (20/04) pukul 01.00 WIB. 

Hasilnya mengejutkan: 13 narapidana yang terindikasi kuat sebagai pengendali atau memiliki risiko keamanan tinggi langsung dikirim ke Lapas High Security Nusakambangan sebagai langkah sterilisasi total.

"Kami tidak memberi ruang untuk kompromi. Pemindahan 13 narapidana oleh tim pusat adalah bukti nyata deteksi dini dan tindakan responsif kami. Ikrar yang kami ucapkan hari ini adalah janji suci kepada negara," tegas Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono.

Suasana apel memuncak saat seluruh petugas membacakan ikrar bersama dengan suara lantang. 

Mereka bersumpah untuk menolak segala bentuk praktik ilegal dan menyatakan kesediaan untuk dijatuhi hukuman disiplin berat hingga pemecatan jika terbukti berkhianat terhadap institusi.

Dalam amanat tertulis Kepala Kantor Wilayah Kemenimipas Riau yang dibacakan pada acara tersebut, ditekankan prinsip Zero Tolerance.

"Saya tidak butuh laporan bagus di atas kertas, yang saya butuhkan adalah hasil nyata di lapangan. Siapa pun yang terlibat, baik WBP maupun petugas, akan ditindak tegas tanpa ampun. Pemasyarakatan Riau harus bersih, tegas, dan berintegritas!" bunyi pesan keras Kakanwil.

Priyo Tri Laksono memastikan bahwa sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Polri dan TNI akan terus diperkuat untuk menutup setiap celah masuknya barang haram. 

Pemusnahan barang bukti yang dilakukan secara transparan di hadapan tamu undangan menjadi simbol runtuhnya dominasi barang ilegal di dalam Lapas.

Dengan langkah berani ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis kembali meneguhkan posisinya sebagai benteng hukum yang bersih di "Negeri Junjungan", membuktikan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang tidak bisa ditawar.***



(FN)
×
Berita Terbaru Update