-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

‎Separuh Tahun dalam Derita, Korban Kebakaran Pasar Jumaah Purwakarta Berharap Solusi Nyata

Jumat, 12 September 2025 | 16:27 WIB | 0 Last Updated 2025-09-12T09:27:49Z
Perwakilan pedagang Pasar Jumaah gelar audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta

KabarKiri – Enam bulan pasca kebakaran yang melanda Pasar Jumaah Purwakarta, para pedagang korban masih terus menunggu kepastian bantuan dari pemerintah.

‎Kebakaran besar itu melalap habis bangunan pasar legendaris sekaligus ikon perekonomian kota, membuat pedagang kehilangan seluruh modal dagangannya.

‎Upaya sudah dilakukan para pedagang, mulai dari menyurati pemerintah daerah, meminta audiensi dengan bupati, hingga menggelar pertemuan dengan DPRD Purwakarta.

‎Namun, lambatnya penanganan menimbulkan rasa frustrasi. Rencana aksi demonstrasi sempat mencuat, meski akhirnya urung dilakukan demi menjaga kondusivitas Purwakarta.

‎Dengan didampingi Bela Purwakarta, sebuah wadah silaturahmi lintas sektor dan elemen masyarakat, perwakilan pedagang kembali memilih jalur persuasif untuk melanjutkan diplomasi ke Pemkab Purwakarta.

‎Dalam pertemuan, Bupati Purwakarta berhalangan hadir karena sedang menjalani masa pemulihan kesehatan.

‎Dialog digelar bersama Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung Darwis Suriaatmaja, serta Asda I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat, Rahmat Heriansyah.

‎Ketua Perwapa, Iwan Sopwan Arif, menegaskan:

‎"Kami tetap melaksanakan perjuangan secara diplomatis demi nama baik Purwakarta dan menjaga Wibawa Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Namun jika tetap tidak ada tanggapan, apa boleh buat, Kami tidak punya pilihan lain."

‎Sesepuh pedagang, Haji Entang Sobur, menambahkan:

‎"Akibat dampak terlalu lamanya penanganan pasca kebakaran, Kami semua berada dalam penderitaan yang berkepanjangan, ada yang tak lagi mampu membayar cicilan bank, ada pedagang yang hingga saat ini tidak mau keluar rumah saking mengalami depresi. Masih beruntung di antara Kami belum ada yang nekad melakukan aksi Bunuh Diri akibat menanggung kesengsaraan ini yang tentunya akan menambah tanggungan dosa para pemimpin, kelak di akhirat.
‎Kami hanya butuh empati berupa 'kadeudeuh' agar bisa kembali bangkit merintis usaha demi menghidupi keluarga dan melanjutkan kehidupan."

‎Sementara itu, Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, mengingatkan potensi dampak sosial jika pemerintah lamban merespons.

‎"Baru saja bangsa ini mengalami Huru Hara di tingkat nasional dan merembet ke daerah yang nyaris memporakporandakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Rakyat saat ini sedang 'Sensitif' dan mudah 'Marah', tak hanya unjuk rasa, kekerasan pun terjadi di mana-mana. Fenomena munculnya gerakan 'One Piece', 'Indonesia Gelap', serta simbol-simbol perlawanan lainnya merupakan akumulasi rasa kecewa terhadap minimnya 'Rasa Empati' dan lambannya performa para penyelenggara negara dalam merespon 'Aspirasi'.
‎Seyogyanya setiap peristiwa huru-hara yang menguras 'energi nasional' ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Untuk itu, Kami harap untuk persoalan nasib korban kebakaran di Pasar Jumaah Purwakarta ini segera mendapatkan solusi yang paling bijak sebelum memicu gelombang sosial yang dapat merugikan marwah kota Purwakarta yang Kita Cintai bersama."

‎Pada akhir pertemuan, pedagang menitipkan amanat agar Pemkab Purwakarta dalam pertemuan berikutnya dapat menghadirkan langsung Bupati dan memberikan keputusan final terkait nasib mereka.

‎Dari pihak legislatif, DPRD Kabupaten Purwakarta juga menyatakan dukungan. Anggota Banggar DPRD, Said Ali Azmi dan Dedi Juhari, menegaskan:

‎"Terkait solusi untuk memberikan 'kadeudeuh' untuk para pedagang korban kebakaran ini, menurut hemat Kami dapat dialokasikan melalui dana Hibah yang teranggarkan di APBD. Kami pun di DPRD menginginkan persoalan ini lekas selesai dan para pedagang bisa melanjutkan aktivitas perekonomian demi dapat menghidupi keluarganya. Semoga segala sesuatunya berjalan lancar, Aamiin."***

×
Berita Terbaru Update